Beranda HEADLINE 320 Anggota Baru Kopsen TTS Mengikuti, Pelatihan dan Pendidikan

320 Anggota Baru Kopsen TTS Mengikuti, Pelatihan dan Pendidikan

39

Laporan: Reporter Kabardaerah Jolly Mali

Malaka, Kabardaerah.com – Pengurus Koperasi Produsen Tri Tunggal Sejahtera (KOPSEN TTS) Betun mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepada 320 anggota baru di Aula Susteran SsPS Betun, Kecamatan Malaka Tengah Kab. Malaka Jumat, 27/4/2018.

Ketua Marketing, Nikolas Tae Muti Bere ketika diwawancara media ini mengatakan, pelatihan pendidikan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada anggota soal koperasi.

Disampingnya itu, diklat yang diberikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas tinggi, agar koperasi bertumbuh sehat. Koperasi sehat apabila anggota koperasi bisa mengerti tujuan dari ia bergabung di koperasi ini.

“Jika koperasi tidak menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada anggotanya, maka wajib dipertanyakan itu koperasi benar atau tidak,” ungkapnya.

Nikolas menegaskan, mengapa koperasi lain bisa bertumbuh besar di NTT? itu karena memiliki pemahaman yang baik tentang koperasi dan bagaimana manejemen yang diterapkan.

Saya berkeyakinan bahwa setelah pelatihan ini pasti akan menjadi berkembang luar biasa, Sejauh ini anggota pengurus kami sudah melakukan penyuluhan secara perorangan maupun kelompok di desa-desa dan akhirnya masyarakat bergabung di koperasi kami, pungkas Niko.

Ketika ditanya terkait perbedaan Kopsen TTS dengan Koperasi lain, ia menjelaskan, perbedaan Kopsen TTS dengan koperasi lain hanya pada jenis usaha. Diantaranya koperasi Simpan Punjam (KSU) dan Koperasi Serba Usaha (KSU). Kopsen masuk KSU. Kopsen lebih banyak langsung masuk ke usaha sektor riil.

Biarlah masyarakat melihat dan merasakan bahwa koperasi tidak semata-mata simpan pinjam dan ada pilihan lain untuk masyarakat dan anggota koperasi kita. Bicara soal sektor riil ada dua jenis yaitu jasa dan produk barang. Yang kita sudah jalan yaitu Event Organizer (EO). Ini usaha riil yang kami sudah lakukan, jelas Niko.

Pihaknya akan meluncurkan program baru yang menjadi kebutuhan anggota itu sendiri, seperti pertanian, perikanan dan peternakan. Semuanya akan difasilitasi dan manejemennya dikelola oleh koperasi.

Nikolas menargetkan di akhir tahun ini, “anggota koperasi yang bergabung akan mencapai 5.000 orang”.