Beranda HEADLINE Dicurangi Wasit, Rekoba Surati KPU Malaka

Dicurangi Wasit, Rekoba Surati KPU Malaka

314

Laporan Reporter Kabardaerah: Jolly Mali

Malaka, Kabardaerah.com – Merasa dicurangi wasit, Rekoba yang berkompetensi di turnamen KPU CUP langsung menyatakan sikap akan melayangkan surat protes dan saran kepada KPU Malaka sebagai penyelenggara turnamen. Rekoba merasa kecewa atas hasil putusan wasit yang mengeluarkan strikernya atas hand ball yang dilakukannya.

Kasus tersebut merujuk pada saat Rekoba melawan Perselak Lakulo, Sabtu 12/5/2018 di Stadion Misi Paroki Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

Pertandingan dipimpin wasit Agustinus Seran. Keputusan wasit dinilai penuh kontroversial. Wasit memberikan kartu merah tampa ada peringatan lalu tidak konsisten dengan waktu serta gol terakhir persemal sudah dalam posisi ofside sehingga membuat hasil menjadi imbang 2 – 2.

“Saat itu memang bola mengenai tangan Nando, tapi tidak harus diberi kartu merah kan harus melewati beberapa tahap, seperti tegurank, kartu kuning baru kartu merah. Gol kedua persenal itu juga adalah hasil dari kerja sama offside, tapi mengapa hakim garis dan wasit utama sengaja membiarkan itu? Protes Kapten kesebelasan Regenerasi Kobalima.

“Wasit jelas tidak becus dan merusak pertandingan. Harus di evaluasi oleh panitia biar lebih profesional. Hari ini kami merasa sangat di rugikan dan memancing konflik antara supporter” tegas pria yang adalah guru olah raga di SMPK Kada.

Surat protes Rekoba bernomor 09.2/SEK – RKB /V/2018. Dalam surat tersebut berisi tuntutan. Pertama soal KPU sebagai penyelenggara turnamen harus melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap semua wasit yang tidak fair, biar lebih profesional dalam setiap turnamen. Kedua secepatnya panitia harus mengambil satu sikap tegas terhadap oknum – oknum tertentu yang telah mencoba mengintervensi kinerja wasit dan aturan panitia.

Selain itu langkah protes terhadap KPU itu menurut Asisten pelatih Rekoba, Aderito Monis tidak hanya karena di perlakukan wasit tidak adil, tetapi demi kepentingan sepak bola daerah yang lebih baik. ” Kalau kita membiarkan kecurangan terjadi di Malaka, kapan sepak bola di daerah ini akan mencapai level terbaik? Main fair play wajib dijunjung tinggi demi menyongsong Eltari cup yang akan datang di Malaka 2019 nanti.” Tuntut Moniz.