Beranda DAERAH Dispora Di Kabupaten Ini, Kecewakan Puluhan Wartawan

Dispora Di Kabupaten Ini, Kecewakan Puluhan Wartawan

6

Sumsel.kabardaerah.com – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dibawah kepemimpinan H Topan Indra Fauzi selaku kepala Dinas, pihak nya diduga telah mengecewakan puluhan wartawan yang bertugas wilayah OKU. Pasal nya puluhan wartawan ini menilai jika pihak Dispora OKU telah tebang pilih juga kurang mempedulikan nasib mereka, kerena tidak bisa menerima berlangganan koran yang telah mereka ajukan sebelum nya. Padahal melalui berlangganan koran lah para wartawan yang terdiri dari media koran mingguan dan majalah bulanan ini merasa sangat terbantu untuk membayar biaya penerbitan koran yang diharus kan dari pimpinan mereka masing-masing.

Serta dengan berlangganan seperti ini juga bisa membantu pendapatan dan memenuhi kebutuhan mereka (para wartawan) untuk menjalankan tugas sebagai mana mestinya pewarta “Bukan itu saja selain bisa membayar biaya koran/majalah, kami juga bisa bekerja dengan tenang dan profesional karena sedikit banyak nya kebutuhan kami telah terbantu dengan cara berlangganan koran/majalah tadi,”Kata Yos Arman, salah satu rekan wartawan Online yang media cetak nya tidak diterima berlangganan Dispora OKU. Rabu, (28/2).

Namun sementara itu, sambung Bambang Irawan, juga salah satu dari wartawan Online/Cetak bertugas di OKU,” Selain dengan berlangganan koran yang memang bisa membantu penghasilan kami, dengan begitu kami juga bisa fokus untuk menjalin kerja sama serta profesional dalam mempublikasi kan semua kegiatan bermanfaat dari OPD, Dinas tersebut,”Ungkap Bambang.

Selanjut nya ditambahkan rekan wartawan lain nya, Armin Fani yang juga menyesalkan atas ketidak pedulian nya Dinas yang maksud,” Jika ini terus dibiarkan, bukan berarti nanti rekan-rekan jurnalis lain nya bisa putus asa, sehingga membuat pakum penyebaran luas informasi yang ada di OKU. Juga bisa menambah angka pengangguran di OKU, karena penghasilan dari pekerjaan mereka telah dipersulit. Untuk hal ini seharus nya tugas serta fungsi pemerintah setempat lah yang menyikapi nya ,” Tutur nya.

Armin Fani juga menyampaikan rasa kecewa nya pada sebuah grup whatsapp (Journalist OKU) yang dibentuk khusus oleh wartawan di OKU, “Kami juga menyesalkan atas prilaku oknum staf perempuan yang menjadi juru bayar koran/majalah di Dinas ini, selain tidak transparan juga kami menganggap tidak punya tata cara dalam melayani pertanyaan wartawan, yang terkesan acuh dan sombang kepada awak media,”Tulis Armin pada grup Whatsapp yang ditanggapi oleh puluhan wartawan yang tergabung pada grup Journalis OKU.

Sementara itu Syahril, anggota PWI OKU sekaligus ketua bidang kesejahteraan wartawan OKU, saat dimintai keterangan mengatakan,”Jika memang benar pihak Dispora tidak mau menyanggupi berlangganan teman-teman media, lalu kenapa tidak mengembalikan pengajuan permohonan yang telah diajukan pada jauh hari sebelum nya. Atau membuat pengumuman. Jangan kan membuat pengumuman, daftar pemberitahuan koran yang mereka terima berlangganan tahun ini pun baru dipasang ke esokan hari nya setelah rekan-rekan wartawan mempertanyakan nya, dan setelah itu baru diketahui jika cuma ada 16 media yang mereka terima. Sementara di OKU masih ada puluham media lain nya yang tidak kalah profesional, lantas kenapa meraka dibeda kan,”tukas nya.

Saat ditanya apakah sudah dimintai keterangan dari Kepala Dispora OKU, apa alasan nya ?

“Saya dan teman-teman sudah menemui Kepala Dispora. Beliau menjawab jika prihal tentang berlangganan ini karena keterbatasan anggaran mereka yang cuma disiapkan satu juta untuk membayar tagihan koran. Dan untuk lebih jelas nya ia mempersilahkan kami menemui sekertaris nya” tandas Syaril.

“Yang jadi pertanyaan kenapa cuma dianggar sedemikian, sedangkan kantor Dinas lain nya bisa ada yang lebih,”Pungkas nya.

Sementara itu, Sarjono Sekertaris Dispora OKU, saat dibincangi portal kabardaerah.com diruang kerja nya, mengatakan,”Mengenai hal ini saya belum sepenuh nya mengetahui, tapi bisa jadi jika kami memang keterbatasan anggaran untuk membayar, sehingga kami hanya mampu menerima beberapa media/koran saja untuk berlangganan disini. Saya harap rekan-rekan bersabar, nanti kami usahakan mencari solusi nya. Dan untuk juru bayar kami yang dimaksud tadi, mungkin hanya mis komunikasi saja. Akan tetapi bila itu benar nanti akan segera kami himbau agar lebih sopan dan bijaksana lagi serta transparan dalam menyikapi rekan-rekan pers,”Pungkas Sarjono, Selasa (27/2)***

(Hend)