Beranda HEADLINE Jadi, Kamu Tidak Dapat Pupuk Dan Obat-Obatan Dari Dinas?

Jadi, Kamu Tidak Dapat Pupuk Dan Obat-Obatan Dari Dinas?

35

Betun, Kabardaerah.com – Pada saat mengunjungi Kelompok Tani (Poktan) Lorosae, Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku Rabu 28/3/2018, Krisantus Yulius Seran mengatakan Desa dan DPR sebagai mitra tidak boleh saling mencari celah apalagi menjatuhkan. Rakyat memilih Dewan, maka Dewan harus mendekatkan diri dengan rakyat lewat cara memeriksa program kerja RPM di lokasi (kebun) masyarakat.

Poktan Lorosae hari ini dikunjungi oleh Krisantus Yulius Seran selaku ketua komisi sekaligus ketua tim dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bersama dua anggota masing-masing, Yoseph B. Seran dari Fraksi Persatuan Demokrat dan Hendrik Simu dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar).

Krisantus selaku ketua komisi dan ketua tim menjelaskan, kedatangan mereka untuk berdialog langsung dengan Poktan Lorosae. Sekaligus untuk memastikan luas lahan milik petani setempat yang ditanami jagung bantuan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) dengan terlebih dahulu menginformasikan kunjungan ini kepada kepala desa Lorotolus.

“Sebelum berkunjung ke kebun masyarakat kami akan singgah untuk memberitahu kepala Desa selaku kepala wilayah setempat demi menjaga hubungan kerja diantara kami (DPRD) dengan Kepala Desa.” ujar Krisantus.

Sesampainya di kebun, Krisantus, Yoseph dan Hendrik melakukan pengukuran terhadap lahan milik ketua Poktan Lorosae, untuk memastikan luas lahan Florentina Ut Berek dan anggota Simon Bria.

Luas lahan Florentina yang dibajak traktor RPM, diketahui ternyata hanya berukuran 90 x 70 meter = 6.300 meter persegi atau 630 are. Sementara dalam laporan di atas kertas oleh dinas pertanian, adalah satu hektar, 100×100. Tanya Krisantus, kenapa dilebih-lebihkan?

“Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura  dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak dalam laporannya kepada Gubernur Frans Lebu Raya saat panen raya bilang satu hektar?” sedangkan yang kita ukur ini jelas luas lahan Florentina hanya 630 are ungkap Krisantus.

Hendrik Simu memberi tanggapan setelah Mengetahui hasil asli pengukuran ini. “Dewan punya kewajiban jalan ke masyarakat hanya untuk melihat kebenaran dari apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Ini sebagai satu cara untuk menemukan yang benar dan yang tidak benar. Karena sejauh ini banyak yang tidak benar dan tidak betul”.

Dengan adanya RPM harusnya angka kemiskinan di Malaka menurun. Bukan berati angka penerima beras miskin meningkat. Tetapi selama ini tidak, berarti selama ini RPM tidak tepat sasaran. Kasih bantuan hanya untuk keluarga pejabat. Kalau demikian, diganti saja kata Revolusinya menjadi “Biar Lambat Asal Selamat.” ungkap Hendrik.

Bupati keliru kalau menilai anggota Dewan tidak turun ke masyarakat. Menurut Hendrik, hampir setiap hari mereka berkunjung ke masyarakat. Namun bagi Hendrik, Krisantus dan Ose Seran, pada saat mereka jalan, tidak harus pengumuman agar semua orang di Malaka tahu.

Berlanjut pada pengukuran di lahan kebun milik pasutri, Simon Bria dan Anastasi Bui Seran. Letaknya selang satu kebun dari kebun milik Florentina. Dari pengukuran diketahui, lahan kebun jagung milik Simon dan Anastasia berukuran 90 x 67 meter = 6.030 meter persegi atau 603 are.

Florentina dan Anastasia berterimakasih kepada Pemkab Malaka yang membajak gratis lahan kebun mereka. Tetapi, keduanya berharap, Pemerintah tidak hanya balik tanah dan memberikan bibit gratis. “Kalau bisa, pemerintah kasih juga pupuk dan obat-obatan”, pinta Florentina.

Dengan kepolosan Florentina, secara spontan Hendrik Simu memotong. Jadi, kamu tidak dapat pupuk dan obat-obatan dari dinas?. “Ya, bapak. Kami tidak dapat pupuk dan obat-obatan”, jawab Florentina apa adanya.

Anggota Poktan Lorosae lainnya, Dion Kehi juga mengatakan, “Jagung arjuna ini lebih bagus kalau pakai pupuk. Bulirnya akan lebih besar dari yang dipanen sekarang. Tapi ini karena tidak pakai pupuk, maka bulirnya jadi kecil seperti ini”, tunjuknya.

Yoseph B. Seran, anggota Komisi II DPRD Malaka kepada wartawan mengatakan, pada sidang evaluasi nanti, pihaknya akan serius meminta Pemkab Malaka melalui dinas terkait bekerja jujur untuk masyarakat Malaka.

“Jangan sampai masyarakat diperdaya dan ada laporan yang asal bapak senang”, tutup Ose Seran.(JOY)