Beranda DAERAH Kementrian Kesehatan RI Peduli Kesehatan Masyarakat Perbatasan

Kementrian Kesehatan RI Peduli Kesehatan Masyarakat Perbatasan

58

Betun, Kabardaerah.com – Penyusunan rencana kontijensi sebagai bentuk respon kesiapsiagaan terhadap ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat (kkm) di kab. Malaka.

Kesehatan masyarakat di Kabupaten Malaka di tengah arus globalisasi tidak dapat dipungkiri lagi bahwa lalu lintas perdagangan alat angkut orang dan barang antar wilayah negara bahkan benua sangat pesat moda transportasi yang semakin canggih ini berimplikasi pada jalur penularan penyakit.

Bahkan dalam hitungan waktu lebih cepat, saat ini seseorang dapat berpindah-pindah ke berbagai tempat dalam hitungan jam dengan membawa berbagai macam mikroba penular penyakit bersamanya.

Semakin bertambahnya populasi manusia batas antara habitat hewan dan manusia menjadi kabur manusia dan hewan hidup di wilayah tumpang tindih dan mulai ber berbagai penyakit sehingga resiko terjadinya KKN (Kedaruratan Kesehatan Masyarakat) atau pandemi menjadi semakin besar dalam beberapa dekade terakhir ini.

Peningkatan penyakit infeksi, seperti SARS, Avian influenza, ebola, dan MERS-Cov yang berpotensi menjadi ancaman internasional terhadap kesehatan masyarakat, dikenal dengan istilah Public Health Emergensi of internasional concem (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) yang meresahkan dunia.

Untuk mencegah penyebaran penyakit lintas negara diberlakukan 2005 yang telah disetujui oleh 194 negara anggota WHO Indonesia telah berkomitmen dalam implementasi penuh IHR 2005 sejak diberlakukan pada 15 Juni 2007.

Penyakit maupun bahan kimia, radionuklir serta keamanan pangan memiliki potensi menyebabkan KKN.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian tersebut melalui penyusunan rencana kontijensi, di mana dalam rencana kontijensi tersebut direncanakan kegiatan untuk menghadapi suatu peristiwa KKN atau pandemic.

Sebagai bentuk kesiapan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam menanggulangi kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat dilaksanakan kegiatan penyusunan rencana kontijensi (Rencon) yang selanjutnya menjadi dokumen kebijakan dalam menanggulangi KKN di wilayah kegiatan.

Penanggulangan KKM potensial wabah di 71 kabupaten kota di Indonesia.

Kegiatan penyusunan rencana kontijensi, dilaksanakan secara proaktif, melalui penyampaian paparan diskusi dan tanya jawab sesuai dengan kearifan lokal. Daerah kegiatan penyusunan melibatkan, Dinas Kesehatan Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota RSUD/ rujukan, Kepolisian Resor, TNI, Instansi vertikal pemerintah, serta organisasi perangkat daerah terkait lainnya.

Kegiatan penyusunan rencana kontijensi dimulai dengan penilaian potensi risiko KKM yang dapat masuk keluar pintu Pelabuhan atau bandara dan menyebar melalui wilayah provinsi kabupaten kota dan sebaliknya ungkap Samsu Alam di Aula Susteran Betun kamis 15/3/2018.

Provinsi NTT, pada tahun 2018 ditargetkan Kabupaten Malaka yang terhubung dengan pintu masuk internasional untuk menyusun rencana kontijensi kedaruratan kesehatan masyarakat yang saat ini proses worksop dan sosialisasi berlangsung dari tanggal 15 – 16 Maret 2018 diharapkan penyusunan ini menjembatani sektor kesehatan pemerintah dan masyarakat mendapat dukungan dari fasilitas Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT serta Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.(*JOY)