Beranda DAERAH Sosialisasi Tentang Penangkalan Buaya di Aula Kantor Bupati Malaka

Sosialisasi Tentang Penangkalan Buaya di Aula Kantor Bupati Malaka

7

Betun, Kabardaerah.com-Pemerintahan Kabupaten Malaka mengadakan sosialisasi tentang penangkalan Buaya di Aula Kantor Bupati kamis 1/3/2018. Kegiatan yang dilaksanakan ini di karenakan adanya konflik yang terjadi antara Manusia dan Buaya, jadi pemkab juga mempunyai responsive dan mempunyai inisiatif untuk melakukan pertemuan ini. Sehingga begitu kita dari peserta FCA tahu ada ifen ini kita juga proaktif, hanya selama ini kita juga tidak melakukan upaya dan bukan berati kita diam kata Agustinus Cristi Cantoro selaku Kepala bidang KSDA wilaya I So’e. Kita nuga dari FCA bisa mempresentasikan sedikit tentang upaya-upaya apa yang akan kita lakukan, kemudian kedepan juga balai peserta FCA NTT konsen juga terhadap penanganan satwa liar khususnya Buaya di wilayah Kab.Malaka akan diadakan sosialisasi penambahan pemasangan papan-papan informasi.

Pemerinta daerah Kabupaten Malaka meminta agar membangun penangkaran terhadap satwa liar khusus ya terhadap Buaya.

Agustinus Cristi Cantoro, menyatakan jikalau soal pembangunan penangkaran itu soal jangka menengah dan jangka panjang. Artinya penangkaran bisa saja, tetapi aturan menyatakan perzinahnya ada, termasuk penangkaran-penangkaran lainnya. Jadi penangkaran ada dasar aturannya tidak bisa asal, bigitu ijin terbit penangkaran bisa dilakukan.

Keuntungan dari penangkaran bisa menghidupi wisata dan perekonomian masyarakat bisa berkembang, di satu sisi pelestarian jalan sisi lain ekonomi masyarakat bisa bergerak itu makna dari penangkaran. Saat nanti penangkaran sudah berhasillemanfaatan juga lebih luas lagi misalkan kulitnya, daging bisa di pergunakan. Dari sisi pelestarian bisa di jalankan tidak melanggar aturan sisilain penanganan konflikantara Buaya masyarakat juga bisa diatasi. Dan kami juga sangat menghargai Bapak Bupati yang telah mengarahkan untuk mengadakan pendekatan cutural itu dangat penting, karena punya hubungan cultural dengan masyarakat dan kita juga menerapkan aturan itu juga penting karena itu bagian dari peraturan.

dr. Stefanus Bria Seran menghimbaukan kepada selulur tokoh masyarakat dan tokoh pemangku adat untuk mengadakan pendekatan secara cultural.(*Joy)